//
DOJO

Wadokai Indonesia Miliki 400 Dojo

07 Januari 2011

Wadokai Karate-Do Indonesia (Wadokai) sebagai salah organisasi anggota Forki merupakan organisasi karate yang cukup besar. Sebab telah memiliki 400 Dojo dari 28 Pengda seluruh Indonesia.

Wadokai telah mencatatkan prestasi nasional dan internasional yang cukup membanggakan.

“Atlet-atlet Wadokai nasional telah meraih prestasi gemilang mengharumkan nama bangsa dan mengibarkan Sang Merah Putih di forum nasional, regional dan internasional Seperti PON, Sea Games dan Asean Games serta kejuaraan dunia,” ujar Ketua Umum PB Wadokai Karate-Do Indonesia periode 2010-2015 Brigjen Pol Syafruddin yang juga Kapolda Kalimantan Selatan, dalam acara pengenalan pengurus PB Wadokai Karate-Do Indonesia yang baru terpilih Desember 2010 lalu, di Jakarta.

Lebih lanjut Syafruddin menjelaskan beberapa atlet Wadokai yang telah sukses mengukir prestasi itu adalah Agus Kusnadi, Sudirman, Tomy Firman, Hasan Basri, Sumarto, Nurahmi, Nurjaman (alm), Puspita.

Selain itu, saat ini masih banyak atlit-atlit potensial yang sedang tergabung dalam Pelatnas Sea Games 2011.

Sejarah Wadokai Karate-Do Indonesia berawal saat Chairul A. Taman yang baru menyelesaikan studinya dari Universitas Hiroshima, di Jepang kembali ke tanah air pada tahun 1970 dan mengembangkan cabang seni bela diri ini di Indonesia.

Sejak saat itu, Chairul yang menjadi Ketua Dewan Guru Wadokai sekaligus menjadi ketua umum pertama PB Wadokai Karate-Do Indonesia hingga tahun 1974.

Sebelum dijabat oleh Syafruddin, posisi Ketua Umum PB Wadokai Karate-Do Indonesia periode 2005 – 2010 dipegang Komjen Pol Ito Sumardi, yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri.

Menurut Syafruddin, Wadokai memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan cabang seni bela diri yang lain. “Perbedaan itu antara lain, Wadokai adalah salah satu aliran karate yang memiliki badan dunia tersendiri bernama Wado Ryu di Jepang,” jelasnya.

Perbedaan lainnya adalah, Wadokai memiliki ciri khas jurus atau kata yang berbeda dengan aliran karate lainnya. Selain itu, Wadokai memiliki filosofi sebagai Wahana Anjang Damai.

Pada bagian lain Syafruddin menjelaskan, program kerja kepengurusan yang dipimpinnya saat ini antara lain mendorong percepatan pembentukan pengda-pengda baru dan pengda yang sudah habis masa baktinya. Program lainnya yang tak kalah penting adalah, meningkatkan kualitas pelatih dengan melaksanakan penataran pelatih nasional Wadokai bulan April 2011.

“Kami juga akan mengikutsertakan pelatih daerah dan nasional Wadokai pada penataran pelatih PB FORKI pada bulan Mei 2011, kemudian juga mengirimkan pelatih Nasional PB Wadokai ke daerah-daerah yang membutuhkan pembinaan prestasi karateka,” jelasnya.

Program-program lain yang akan menjadi prioritas antara lain, melaksanakan program kepelatihan tingkat provinsi, nasional dan internasional sesuai dengan perkembangan Ilmu kepelatihan Olahraga prestasi dengan merujuk pada perkembangan IPTEK dan/Sport Science saat ini.

Mempersiapkan pelaksanaan pelatnas Wadokai untuk Kejuaraan Nasional Karate OSO Open I Maret 2011, Piala Maesa April 2011, Piala Mendagri – Piala Mendiknas Juni 2011 serta kejuaraan dunia atau Open Tournamen yang di selenggarakan di dalam dan luar negeri.

“Kami juga akan menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Wadokai Desember 2011, yang menurut kami ini merupakan event terbesar bagi Wadokai Karate-Do Indonesia,” katanya.

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: